Arsip Informasi

Seluruh Berita & Kegiatan

Kumpulan berita, rilis maklumat, dan dokumentasi aktivitas resmi instansi.

28 Jun 2026 adminweb

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk SMA/SMK

Berita terbaru pendidikan SMA menyoroti perubahan jadwal dan jumlah soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk SMA/SMK, pengembangan sekolah di wilayah perbatasan, serta kabar seputar implementasi penjurusan yang kembali diterapkan.Berikut adalah rangkuman berita utama yang paling menonjol:Perubahan Soal TKA SMA/SMK: Pihak Kemendikdasmen melakukan penyesuaian pada jumlah soal Matematika TKA SMA/SMK karena adanya keluhan dari siswa. Pelaksanaan TKA telah rampung diselenggarakan, dengan rata-rata pemahaman tekstual siswa secara nasional berada di angka 49,21%.Pembangunan SMA Baru di Wilayah 3T: Pemerintah terus memperluas akses pendidikan berkualitas di kawasan perbatasan. Salah satunya melalui proyek pembangunan SMA Garuda di Kalimantan Utara oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang dijadwalkan rampung pada September 2026.Kembalinya Sistem Penjurusan SMA: Menyusul wacana yang bergulir, kebijakan penjurusan (IPA, IPS, dan Bahasa) kembali dihidupkan untuk memberikan arah peminatan yang lebih jelas bagi siswa, mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak termasuk organisasi guru

27 Jun 2026 Pembina OSIS

Yang Perlu Diketahui tentang MPLS Ramah yang Diterapkan 14 Juli

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Untuk tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen menerbitkan Surat Edaran dan Panduan Pelaksanaan MPLS Ramah untuk memastikan masa orientasi murid baru berlangsung tanpa kekerasan, perpeloncoan, atau praktik tak mendidik lainnya. Panduan ini menjadi acuan resmi bagi sekolah di seluruh jenjang di semua daerah untuk menyelenggarakan MPLS secara positif, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang murid. Panduan ini disosialisasikan lewat webinar pada Rabu, 8 Juli 2025, yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti; Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Menengah Gogot Suharwoto; Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Tatang Muttaqin; serta Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami. “Panduan MPLS Ramah ini bukan sekadar pengenalan fisik sekolah, tetapi juga penumbuhan dan penguatan karakter murid,” kata Suharti. Dia menegaskan masa orientasi tidak boleh dijalankan sebagai rutinitas tahunan yang menimbulkan ketakutan, melainkan harus menjadi ruang adaptasi yang menyenangkan dan membangun budaya positif di sekolah. Menurut Suharti, masa orientasi murid adalah momen strategis untuk menumbuhkan semangat belajar, interaksi sehat dengan guru dan teman sebaya, serta mengenalkan nilai-nilai sekolah dan lingkungan belajar. “Pelaksanaannya harus dirancang secara menyeluruh, bermakna, dan berfokus pada kebutuhan perkembangan murid,” ucapnya. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya menambah durasi MPLS bagi murid baru tahun ajaran 2025/2026 dari yang sebelumnya tiga hari menjadi lima hari. Dia mengatakan MPLS akan dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 14 Juli 2025.

27 Jun 2026 Pembina OSIS

Aturan Baru MPLS 2026: Larang Keras Perpeloncoan hingga Keterlibatan Alumni

Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Tingginya perhatian publik terhadap isu perundungan dan kesehatan mental anak menjadikan paradigma baru MPLS tahun ini bergeser dari pertemuan fisik (meeting point) ke ruang penyatuan (melting point). Hal ini bertujuan untuk melebur perbedaan, menghapus kecemasan, dan memastikan setiap murid baru langsung merasakan rumah kedua yang aman, nyaman, serta inklusif sejak hari pertama. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan esensi dari MPLS Ramah adalah menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan. “MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpelencoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira," ungkap Mu'ti dilansir dari keterangan resmi, Selasa, 23 Juni 2026.

27 Jun 2026 Pembina OSIS

MPLS Ramah dan Edukatif Resmi Dimulai, Ratusan Siswa Baru Ikuti Pengenalan Sekolah Tanpa Perpeloncoan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026. Tingginya perhatian publik terhadap isu perundungan (bullying) dan kesehatan mental anak menjadikan paradigma baru MPLS tahun ini bergeser dari pertemuan fisik (meeting point) ke ruang penyatuan (melting point). Hal ini bertujuan untuk melebur perbedaan, menghapus kecemasan, dan memastikan setiap murid baru langsung merasakan rumah kedua yang aman, nyaman, serta inklusif sejak hari pertama. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa esensi dari MPLS Ramah adalah menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan. “MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpelencoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira,” tegas Abdul Mu’ti.